Kemegahan Benteng Chittorgarh di India

Kemegahan Benteng Chittorgarh di India – Siapa sangka jika negara India yang disebut – sebut sebagai negara miskin juga memiliki wisata yang juga wajib para wisatwan kunjungi. Wisata di India yang satu ini metupakan wisata sejarah di India dan sangat layak untuk anda kunjungi. Nama tempat wisata sejara di India yang satu ini bernama Benteng Chittorgarh.

Benteng Chittorgarh ini merupakan benteng terbesar sekaligus benteng paling megah di negara bagian Rajasthan, India. Benteng Chittorgarh berdisi megah setinggi 180 meter diatas bukit menyebar luas 691,9 hektar. Benteng Chittorgarh ini sudah dibangun sejak abad ke 7 Masehi oleh Raja Iwan Fals Rawal dengan fungsi sebagai maskawin untuk Putri Solanki.

Benteng Chittorgarh ini terletak di bagian barat India dan di tepi kiri Sungai Berach yang juga merupakan anak sungai dari Sungai Bnas. Bangunan dari Chittorgarh ini terhubung dengan kota baru Chittogarh yang dikenal dengan sebutan kota bawah.

Benteng Chittorgarh

Berbeda dengan benteng yang lainnya, Benteng Chittorgarh ini lebih menyerupai sebuah pusat kota. Di dalam benteng ini terdapat rumah – rumah bangsawan dan pejabat kerajaan, kuil – kuil tempat pemujaan, istana – istana yang indah, serta pasar. Terdapat juga jalan yang berliku – liku dengan panjang sekitar 1 kilometer dari Kota BAru mengarah ke ujung Barat gerbang utama. Di dalam Benteng Chittorgarh ini terdapat jalan melingkar yang terhubung ke semua gerbang utama. Jalan melingkar ini juga merupakan akses untuk menuju ke berbagai monumen berupa istana dan 130 kuil di dalam benteng.

Sebelumnya, di dalam Benteng Chittorgarh ini terdapat sekitar 84 penampungan air berupa kolam serta sumur. Namun, saat ini diketahui benteng ini hanya memiliki 22 penampungan air saja yang masih berfungsi. Summber airnya sendiri berasal dari hujan dan mata air yang ada disekitar benteng. Jumlah air yang mampu ditampun oleh penampungan air yang ada ddi benteng ini adalah sebanyak 4 miliar liter air yang dapat memenuhi kebutuhan 50.000 pasukan sekaligus.

Pintu gerbang Benteng Chittorgarh ini memiliki bentuk lengkungan yang dirancang sangat kuat supaya dapat menahan serangan gajah dan temabakan meriam kala peperangan. Bagian atas pintu gerbang ini juga dirancang dengan sangat baik supaya para pemanah dengan mudah memanah para lawan dengan nyaman. Di dalam benteng Chittorgarh ini juga terdapat beberapa bangunan yang dapat menunjukan bagaimana kemajuan arsitektur pada kala itu.

Anda yang berkunjung ke benteng Chittorgarh ini akan terkagum – kagum dengan kemegahannya dan keuinikan arsitekturnya yang sangat cantik. Ditambah dengan pemandanagn serba hijau disekitar benteng Chittorgarh ini yang membuat para wisatawan menjadi lebih tertarik sekaligus nyaman. Jika anda berkesempatan untuk berkunjung ke India, jangan pernah melewatkan benteng megah dan indah yang satu ini. Para wisatawan juga dapat berwisata religi di benteng ini dengan keberadaan kuil – kuil yang ada di dalamnya.

Baca Juga : Pulau Bora – Bora Polinesia

Wisata Pantai Malang Dengan Pura di Lepas Lautnya Yang Seperti tanah Lot di Bali

Wisata Pantai Malang Dengan Pura di Lepas Lautnya Yang Seperti tanah Lot di Bali – Membicarakan keindahan pantai yang dimiliki daerah Jawa Timur memang tidak akan membosankan. Selain indah, pantai – pantai di Jawa Timur ini memiliki kisah – kisah yang unik. Yang kali ini adalah pantai yang terletak di kota Malang, Jawa Timur.

Pantai yang satu ini bernama Pantai Balekambang dan pantai ini merupakan andalan wisata dari kota berhawa dingin ini. Pantai ini juga memiliki hamparan karang laut yang indah dan mengarah ke pantai yang menambah daya tarik dari pantai Balekambang ini.

Pantai Balekambang ini memiliki sejarah. Awalnya, pantai ini sudah dikenal oleh warga sekitar pada tahun 1978an. Pada tahun yang sama, perangkat Desa Srigonco membuka akses jalan menuju pantai ini sehingga wisatawan yang berasal dari luar daerah sekitaran dapat berkunjung ke pantai Balekambang ini dengan mudah. Lima tahun setelah pembuatan akses pantai ini akhirnya Pantai Balekambang diresmikan oleh Bupati Malang saat itu dan menjadi tujuan wisata yang difavoritkan warga Malang maupun dari luar daerah Malang.

Wisata Pantai Malang Dengan Pura di Lepas Lautnya Yang Seperti tanah Lot di Bali

Daya tarik yang dimiliki oleh pantai ini adalah adanya keberadaan Pura Amarta Jati di Pulau Ismoyo, sebuah pulau kecil yang terletak 100 meter lepas pantai Balekambang. Jadi selain menjadi wisata alam bagi para wisatawan, pantai balekambang ini juga dapat berfungsi sebagai wisata religi. Di hari – hari tertentu di sekitaran pantai dan di Pura Amarta Jati ini dijadikan tempat untuk menajalankan ritual.

Selain itu, didaerah pantai ini juga memiliki wisata religi lainnya, yaitu terdapat makam Syaikh Abdul Jalil. Yang dipercaya merupakan orang pertama yang membuka pantai ini. Makamnya yang terletak di 1 kilometer sebelum memasuki pantai ini pada tanggal 1 Sya’ban selalu ramai dikunjungi para peziarah. Sementara pada perayaan Nyepi, di pantai ini juga digunakan para umat agama Hindu untuk beribadah di Pura Amarta Jati. Yang letaknya berada di lepas pantai ini dan terhubung melalui jembatan.

Untuk mengunjungi tempat wisata yang satu ini, anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 6000 rupiah saja. Dan langsung dapat menikmati keindahan pantai yang memiliki laut sepanjang 2 KM dan lebar 2000 meter ke arah laut. Berbagai kegiatan seperti berenang, bermain pasir, hingga snorkling dapat anda nikmati di pantai yang satu ini. Menikmati sunsrise dan sunset dari pantai ini juga emnjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung kje pantai ini.

Baca Juga : Bersantai di Pantai Jawa Timur Yang Satu Ini Dengan Berbagai Mitosnya

Pura Ikon Pulau Bali Dengan Danau Indah Serta Udara Yang Sejuk

Pura Ikon Pulau Bali Dengan Danau Indah Serta Udara Yang Sejuk – Terletak di dataran tinggi di pegunungan Bedugul, Bali, di Danau Beratan berdiri dengan tegak Pura Ulun Danu. Letaknya di dataran tinggi memberikan udara yang sejuk, sekitar 15000 diatas permukaan laut. DAnau ini juga memukau dengan suasana yang tenang serta sepi.Kabut tipis juga turut menghiasi wisata yang satu ini yang memberikan kesan mempesona.

Pura Ulun Danu dibangun untuk memberi penghormatan Dewi Danu. Danu dalam bahasa Bali berarti danau sedangkan Dewi Danu adalah ratu air, danau, dan sungai. Pura ini terdiri dari 4 bangunan suci ysitu Pura Lingga yang berdiri tiga tingkat tinggi yang merupakan temapat ibadah untuk Dewa Siwa. Pura Puncak Mangu yang berdiri dengan 11 tingkat tinggi, dan dibangun untuk dedikasii Dewa Wisnu. Pura Teratai bang yang merupakan pura utama, dan Pura Dalem Purwa yang digunakan untuk beribadah pada Sang Hyang Widhi yang juga merupakan situs bagi mereka yang berdoa untuk kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Gaya bangunan pura ini mengkuti kepercayaan Trimurti, tiga warna suci untuk mewakili 3 Dewa yaitu Shiva, Brahma, dan Wisnu. Warna pertama adalah merah, untuk Dewa Brahma Sang Pencipta. Kedua berwarna hitam simbol dari Dewa Wisnu yang memberi keseimbangan dan pemeliharaan alam semesta. Terakhir untuk Dewa Shiva sang penghancur atau perusak.

Pura Ikon Pulau Bali Dengan Danau Indah Serta Udara Yang Sejuk

Diyakini daerah sekitar pura sudah menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan ritual keagamaan sejak jaman megalitik. Di sebelah kiri purai terletak sarkofagus serta batu tulis batu yang berasal dari sekitar 500 SM. Keberadaan pura itu sendiri telah tercatat sejak tahun 1556. Pada tahun 1633, dibangun kembali oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, dengan gaya arsitektur campuran Hindu dan Buddha. Meskipun sudah lama, pura tetap bersih dan dalam kondisi baik, dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat. Pura Ulun Danu adalah pura yang menjadi ikon pulau Bali, dan digambarkan pada uang 50.000 rupiah.

Danau Beratan ini merupakan danau terbesar kedua yang ada di Bali. Danau ini juga merupakan sumber Irigasi untuk sawah dan perkebunan diseluruh Desa Bedugul. Gunung yang berada di daerah ini pun sering disebut gunung suci karena cuaca yang sejuk dengan tanah yang kaya dan subur.

Awalnya, Danau Beratan merupakan danau terbesar di Bali hingga akhirnya terjadi gempa bumi dan membagi Danau ini menjadi 3 bagian yaitu Danau Beratan, Buayan, dan Tamblingan. Sedangkan nama Beratan sendiri berasal dari kata Brata yang artinya seseorang melakukan sesuatu untuk mengisi 9 kebutuhan primer dalam kehidupan. Kata ini digunakan dalam istilah Tapa Brata, yang berarti bermeditasi dengan alam.

Baca Juga : Danau Menakjubkan Dengan Segala Legendanya di Ternate

Gunung Indah Yang Disakralkan di Bali

Gunung Indah Yang Disakralkan di Bali – Berdiri gagah di pesisir timur Bali terdapat gunung tertinggi di Pulau Bali yaitu Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem. Puncak gunung Agung ini mencapai ketinggian 3.031 meter diatas permukaan laut, Gunung Agung mempengaruhi iklim sekitarnya. Lereng gunung ini dibagian barat menangkap awan hujan yang membuat sisi barat lebat dan subur. Sedangkan lereng timurnya tetap kering dan tandus.

Orang Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat tinggal para dewa, dan gunung api yang masih aktif ini dihormati sebagai tempat sakral. Di Gunung Agung ini lah induk dari semua candi di Bali berada yang disebut dengan Pura Besakih. Jika anda ingin memasuki candi maka anda harus mendaki ratusan langkah sebelum sampai di gerbang utama. Untungnya di gunung ini sudah dibangun tangga yang lebih mudah untuk memudahkan wanita membawa tumpukan tinggi persembahan di kepala mereka untuk mencapai bait suci.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Besakih adalah pada perayaan Galungan. Dimana semua pintu masuk pura didekorasi dengan tiang bambu, daun kelapa, dan bunga yang tinggi sehingga nampak lebih indah. Dalam acara perayaan tersebut juga terdapat ratusan wanita berjejer rapi mengenakan kostum putih terbaiknya dengan anggun membawa tumpukan buah dan bunga dengan berbagai warna.

Gunung Indah Yang Disakralkan di Bali

Meski Gunung Agung mengilhami kedamaian dan ketenangan, namun setelah 100 tahun tertidur, pada tanggal 17 Maret 1963. Sunung berapi tersebut meledak dengan hebat dan memuntahkan abu. Serta material vulkanik setinggi 8 samapai 10 km ke udara. Lebih dari 1000 orang meninggal karena peristiwa tersebut. Bahkan abunya hingga menyelimuti Kintamani selama berbulan – bulan. Namun ajaibnya abu membawa kesuburan dan ubi jalar dapat tumbuh lebih besar dari bahan vulkanik.

Saat ini pemandangan di gunung Agung ini sudah hijau dan subur kembali dan gunung ini juga dapat dikatakan sebagai gunung yang cukup menantang untuk didaki. Ada dua jalur yang dapat diikuti oleh pendaki, jalur paling curam dan paling berat yang ditempuh melaui Pura Besakih. Yang kedua adalah di sepanjang puncak selatan mulai dari Pura Pasir Agung.

Baca Juga : Wisata Bersejarah Peninggalan Jepang di Indonesia

Wisata Religi Umat Katholik Untuk Siapa Saja Dengan Udaranya Yang Sejuk

Wisata Religi Umat Katholik Untuk Siapa Saja Dengan Udaranya Yang Sejuk – Wisata religi yang kali ini merupakan tempat ibadah bagi para umat Katholik. Memang wisata religi ini merupakan tempat ibadah para umat Katholik, namun bukan berarti agam lain tak boleh mengunjungi tempat wisat ini, semua ras, agama, dan suku diperbolehkan untuk menikmati wisata religi yang satu ini.

Salah satu destinasi wisata terkenal di Purwokerto ini bernama Gua Maria Kaliori. Wisata religi yang satu ini terletak di Kecamatan kalibogor, Banyumas, sekitar 30 menit dari Purwokerto.

Gua Maria Kaliori ini tidak hanya memiliki keindahan cerita yang terkandung didalamnya saja, tetapi juga menampilkan ketenangan yang disuguhkan oleh suasana rindang lokasinya.

Wisata Religi Umat Katholik Untuk Siapa Saja Dengan Udaranya Yang Sejuk

Wisata religi Gua Maria Kaliori ini sendiri dibangun sudah sejak lama. Pada tanggal 15 Agustus 1989 yang ditandai dengan gruond breaking oleh Uskup Purwokerto. Mgr. P. S. Hardjasoemarta MSC.

Yang menarik dari cerita indah yang sudah disebutkan tadi adalah Gua Maria Kaliori ini sebenarnya berdiri diatas bukit yang tergolong taandus. Namun setelah didirikannya Gua Maria dan dilakukannya perawatan pada lokasi ini, yang dulunya tandus ini berubah menjadi tanah yang subur serta ditumbuhi pohon – pohon yang besar. Selain itu, kebersihan di salam Gua Maria juga sangat terjaga dan terawat. Dengan banyaknya tumbuhan yang rindang lokasi wisata yang satu inipun terasa sangat sejuk dan nyaman digunakan untuk beribadah bagi anda umat Katholik dan tentunya juga nyaman untuk digunakan wisata oleh semua pengunjung.

Bagi anda yang ingin mengunjungi wisata religi Gua Maria Kaliori ini, berikut merupakan rute – rute yang dapat dilewati.

  • Jakarta / Bandung – Wangon – Buntu – Gombong / Yogyakarta
    Dari arah Bandung, sampai di pertigaan Buntu belok ke kiri menuju Purwokerto melewati Banyumas dan Sokaraja. Setelah melewati Sungai Serayu di antara jalan berkelok-kelok di sebelah kanan ada papan nama besar Goa Maria Kaliori.
  • Jakarta – Purwokerto – Gombong / Yogyakarta
    Dari arah Purwokerto setelah melewati Sokaraja (terkenal dengan getuknya) dan setelah pabrik Gula Kalibagor. Di sebelah kiri ada ada papan nama besar Goa Maria Kaliori.

Baca Juga : Wisata Yang Merupakan Surga Bagi Para Pecinta Surfing