Destinasi Wisata Seluruh Dunia

Menikmati Indahnya Pantai Toronipa di Sulawesi Tenggara

Menikmati Indahnya Pantai Toronipa di Sulawesi Tenggara – Wisata alam yang satu ini merupakan pantai yang terletak di Kabupaten Konawe di ujung timur salah satu teluk yang mengapit, Ibukota Sulawesi Tenggara yaitu Pantai Toronipa yang dimana anda dapat bersantai dengan pemandangan indah menghadap Laut Banda yang mempesona. Toronipa sendiri berasal dari kat Bugis “toro nipa” yang memiliki arti pohon nipa lentur yang menghiasi sebagian besar pantai.

Pantai ini memiliki sekitar 4 km pantai dengan pasir putih yang membentang tanpa henti di seluruh teluk. Pantai yang luas ini sangat luas dan Toronipa juga merupakan pantai favorit di Pantai Kendari, terutama saat akhir pekan.

Lokasinya yang terletak diujung timur teluk, membuat Toronipa menjadi tempat yang tepat untuk menyaksikan keindahan matahri terbit dan matahari terbenam. Banyak wisatawan yang berdatangan secara khusus hanya untuk menyaksikan keindahan dan menangkap momen istimewa (sunset dan sunris) di pantai yang satu ini.

Saat air pasang, anda dapat menikmati berenang atau bermain- main di perairan dangkal yang aman untuk semua anggota keluarga anda karena air di laut ini relatif tenang. Saat air surut, pantai ini menjadi tempat yang cocok untuk berjalan – jalan dan menikmati pemandangan yang indah.

Menikmati Indahnya Pantai Toronipa di Sulawesi Tenggara

Pantai ini juga memiliki beberapa fasilitas untuk melengkapi kunjungan anda kemari. Di sepanjang pantai terdapat gubuk yang tersedia untuk disewa. Di balik deretan pondok, sejumlah warung atau toko yang juga menawarkan berbagai makanan, makanan ringan. Sserta minuman siap melayani kunjungan anda. Pantai ini juga dilengkapi dengan pedagang buah kealap segar, makanan laut dengan harga yang dapat ditawar, dan sate pokea Toroipa yang berbeda atau tusul sate kerang, termasuk dalam beberapa makanan lezat yang membuat anda puas sembari menikamti alam yang mempesona.

Jika anda berminat untuk mengunjungi pantai yang satu ini. Pantai Toronipa terletak sekitar 14 km timur laut Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, atau sekitar setengah jam perjalanan jauhnya. Berhati-hatilah, karena beberapa jalan mungkin tidak dalam kondisi sangat baik. Pantai juga bisa dijangkau dengan kendaraan umum.

Baca Juga : Menjelajahi Benteng Peninggalan Portugis dan Belanda Pada Masa Penjajahan di Maluku

Menjelajahi Benteng Peninggalan Portugis dan Belanda Pada Masa Penjajahan di Maluku

Menjelajahi Benteng Peninggalan Portugis dan Belanda Pada Masa Penjajahan di Maluku – Wisata yang satu ini termasuk wisata sejarah yang ada di Indonesia. Wisata yang satu ini bernama Benteng Belgica atau disebut juga Belgica Fort. Wisata ini merupakan peninggalan dari Portugis yang dibangun di Banda Neira, maluku Tengah. Banda Neira merupakan kota kecil yang juga merupakan kota warisan dari penjajahan Portugis dan Belanda. Kota ini pada jaman dahulu merupakan kota yang penting bagi Belanda dan Portugis karena menghasilkan rempah – rempah yang sangat penting bagi mereka. Karena kota ini dijadikan pusat perdagangan maka pembangunan benteng pun juga diperlukan untuk dibangun. Benteng ini juga di multifungsuikan sebagai tempat penyimpanan senapan dan amunisi serta dijadikan penjara.

Pada awalnya, Benteng Belgica ditetapkan sebagai Benteng Nassau, namun seiring berjalannya waktu dimana masa pemerintahan Portugis digantikan oleh Belanda namanya diubah menjadi Benteng Belgica. Pada masa pemerintahan Belanda Benteng ini digunakan sebagai pertahanan militer dan pemantauan lalu lintas kapal dagang.

Selain sejarah diatas, tempat ini juga memiliki pemandangan yang menakjubkan. bangunan ini berdiri sekitar 400 tahun yang lalu dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Benteng Belgica ini juga memiliki nama lain seperti Pentagon Indoensian, karena bentuknya yang mirip Pentagon Amerika.

Menjelajahi Benteng Peninggalan Portugis dan Belanda Pada Masa Penjajahan di Maluku

Dengan bangunnan yang memiliki gaya khas Eropa,benteng ini memiliki Bastion di sekitaran gedung. Bastian adalah sebuah lubang di dinding benteng untuk menempatkan meriam di dalamnya. Sebenarnya kita dapat melihat keberadaan meriam di tempat ini yang asli sejak jaman Belanda. Terlebih Benteng ini memiliki ruang terbuka yang berada di tengah benteng, dan spot tersebut digunakan sebagai penjara. Terdapat menara disetiap sisi benteng, dan tangga mencapai menara juga disana. Dari puncak ini kita dapat menikmati keindahan Kepulauan Banda dengan leluasa.

Kita juga dapat melihat serta mengunjungi benteng ini secara gratis. Namun akan ada kotak donasi yang bisa anda berikan untuk kegiatan amal pengelolaan dan pengembangan tempat wisat satu ini.

Untuk anda yang tertarik untuk berkunjung ke Benteng Belgica ini akses menuju kesana sangat mudah. Jika anda dari Ambon, anda bisa naik pesawat ke Banda Neira atau menggunakan kapal Pelni ke pelabuhan Yos Sudarso di Bandaneira. Setelah sampai di tempat itu, kita bisa menggunakan kendaraan umum ke benteng, seperti taksi, ojek atau angkot.

Baca Juga : Menikmati Wisata Kolam Bekas Pemandian Putri Dimana Sultan Berburu Istri

Menikmati Wisata Kolam Bekas Pemandian Putri Dimana Sultan Berburu Istri

Menikmati Wisata Kolam Bekas Pemandian Putri Dimana Sultan Berburu Istri – Wisata yang satu ini terletak di dekat Keraton, tempat ini juga dikenal sebagai taman bagi Sultan Yogyakarta. Wisata yang satu ini disebut dengan nama Taman Sari. Taman Sari awalnya dibangun untuk berbagai tujuan, namun saat ini hanya ada beberapa bangunan yang tersisa. Beberapa fungsi awalnya adalah tempat untuk beristirahat, bermeditasi, bekerja, dan merupakan tempat persembunyian serta mempertahankan keluarga Sulatan. Saat ini, beberapa bangunannya sekarang menjadi rumah warga lokal dan hanya masjid, tempat peristirahatan dan tempat mandi, dan terowongan bawah tanah saja yang dapat diakses oleh para wisatawan.

Dengan kombinasi perpaduan bangunan yang bergaya timur dan barat, pelarian unik keluarga kerajaan ini memiliki daya tarik dan cerita tersendiri. Tempat yang paling terkenal di Taman Sari adalah tempat mandi dan tempat peristirahatan Sultan dan puterinya yang bernama Umbul Pasiraman. Kebanyakan wisatawan yang memfavoritkan lokasi ini rata – rata menjawab karena spot tersebut memiliki daya tarik tersendiri dengan cerita unik dibaliknya.

Menurut cerita, Sultan yang suka pergi berburu untuk mengisi waktu senggangnya. Maka dibuatnya Umbul Pasiraman ini untuk menenangkan Sultan dari keinginan itu. Berbeda dengan Panggung Krapyak yang dirancang untuk berburu rusa, Umbul Pasiraman (tempat permandian) dirancang bagi para Putri untuk mandi dan bagi Sultan untuk bersantai dan berburu seorang istri.

Menikmati Wisata Kolam Bekas Pemandian Putri Dimana Sultan Berburu Istri

Untuk menangkap ‘mangsa’ diceritakan bahwa Sultan akan melempar mawar dari menara tinggi disebelah selatan kolam dan barang siapa Putri yang menangkap mawar itu akan menjadi istrinya. Biasanya, orang yang menangkap mawar itu akan dijadikan Ratu atau selirnya. Terdapat 3 kolam berbeda di Umbul Pasiraman yaitu Umbul Binangun, Umbul Muncar, dan Blumbang Kuras yang masing – masing lahan berbeda untuk putri Sultan dan calon istrinya untuk mandi.

Sleain Umbul Pasiraman ini anda juga dapat menjelajahi terowongan bawah tanah dan masjid. Terowongan ini pernah menjadi tempat persembunyian, namun sekarang tidak berfungsi lagi karena sebagian digunakan untuk tempat tinggal. Sedangkan masjid disini sendiri berbeda dengan kebanyakan masjid lainnya. Masjid ini memiliki bangunan dengan bentuk lingkaran yang unik, dengan Sumur Gumilang dibawahnya yang merupakan tempat bagi Sultan untuk sholat.

Baca Juga : Danau Dengan Airnya Yang Merah Darah Dengan Kuil Tua Disekitarnya di Bengkulu

Danau Dengan Airnya Yang Merah Darah Dengan Kuil Tua Disekitarnya di Bengkulu

Danau Dengan Airnya Yang Merah Darah Dengan Kuil Tua Disekitarnya di Bengkulu – Wisata yang satu adalah danau yang sangat unik. Wisata ini bernama Danau Pagaralam. Danau ini tidak seperti layaknya danau lainnya yang memiliki air jernih ataupun berwarna biru, melainkan danau ini memiliki warna merah darah. Danau yang unik satu ini terletak di daerah Raje Mandare, perbatasan Kota Pagaralam dan Kaur, Provinsi Bengkulu.

Danau yang memiliki luas 6 hektar ini ditemukan pad 2012 oleh masyarakay setempat. Ketika pertama kali ditemukan, danau ini mengejutkan semua orang karena warna dari airnya yang aneh namun unik. Salah satu fakta unik dari air di danau ini adalah walaupun warna airnya tampak merah seperti darah, namun saat anda mencoba mengambil air, ini bukanlah darah melainkan seperti air biasa. Menurut rakyat sekitar, anda juga dapat mencium aroma pandan saat malam hari di danau ini.

Hal unik lainnya yang dapat anda temui di Danau Pagaralam ini adalah anda dapat menemui binatang – binatang aneh dan unik disekitar anda seperti kelabang raksasa (panjang antar 30 – 50 cm), seekor kerbau dengan sarang lebah di telinganya, dan beberapa burung raksasa. Meskipun hewan – hewan tersebut aneh dan unik mereka cukup jinak dan tidak mengganggu.

Danau Dengan Airnya Yang Merah Darah Dengan Kuil Tua Disekitarnya di Bengkulu

Disekitar danau ini juga terdapat bangunan yang tersisa, diyakini masyarakat setempat sebagai kuil dari kerajaan tua, dan hingga saat ini pun masih banyak arkeolog yang berusaha meneliti tentang kuil tersebut.

Tempat yang unik dan sedikit mistis ini layak anda kunjungi bagi anda yang menyukai tantangan, karena untuk menuju danau ini cukup sulit. Anda harus memiliki peralatan ekstra serta kondisi fisik yang bugar sebelum pergi ke Dananu Pagaralam. Anda harus melewati hutan yang panjang dan lebar sebelum sampai di Danau Pagaralam. Dan disarankan bagi anda yang belum pernah berpergian ke hutan. Agar mengajak teman anda yang berpengalaman, karena memang cukup sulit untuk ke lokasi wisata yang satu ini.

Untuk menuju ke lokasi wisata yang satu ini anda dapat memulai perjalanan anda ke Danau Pagaralam dari Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Selatan dengan menggunakan kendaraan umum seperti ojek, becak bermotor atau mobil sewaan dari Kota Pagar Alam. Saat anda tiba di desa Candi Rimba, anda kemudian akan melewati perbukitan dan hutan Rimba Candi. Ini akan memakan waktu 1-2 hari tergantung kondisi fisik dan cuaca. Sepanjang jalan, anda akan bisa melihat sisa-sisa kuil dan gerbang dari sebuah kerajaan besar yang tua. Kerajaan ini diyakini sebagai Kerajaan Sriwijaya. Setelah melalui perbukitan dan hutan Rimba Candi, Anda akan memasuki Bukit Raje Mandare dimana anda bisa menemukan lokasi Danau Pagaralam.

Baca Juga : Air Terjun Dengan Panorama Bumi Hijau di Aceh

Air Terjun Dengan Panorama Bumi Hijau di Aceh

Air Terjun Dengan Panorama Bumi Hijau di Aceh – Wisata alam yang kali ini merupakan air terjun. Air terjun ini bernama Tansaran Bidin dan terletak di Kabupaten bener Meriah, Aceh. Air terjun ini menawarkan keindahan alam yang masih alami serta air terjun setinggi 50 meter.

Aceh memang memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikatakan masih perawan karena masih banyak belum diketahui orang – orang. Air terjun Tansaran bidin ini tidak hanya menawarkan keindahan air terjun saja, tetapi juga panorama alam sekitar yang masih natural dan alami.

Sevara geografis, air terjun Tansaran Bidin ini terletak di Desa Tansaran Bidin, Kecamatan bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Untuk mencapai lokasi wisata ini setidaknya anda harus menempuh jarak sekitar 35 kilo meter atau sekitar satu jam perjalanan dari Ibukota Kabupaten Bener Meriah.

Air terjun Tansaran Bidin ini dikelilingi dengan perbukitan hijau serta tebing berbatuan yang gagah dan memberi kesan mempesona. Bagi masyarakat lokal, air terjun ini mungkin menjadi wisata favorit karena memang belum banyak orang yang mengetahui wisata yang cantik satu ini.

Wisata air terjun Yansaran Bidin ini sangat cocok bagi wisatwan yang suka dengan tatantangan ataupun pecinta alam. Selama menempuh perjalanan menuju ke air terjun ini anda akan menikmati panorama perbukitan hijau, hutan belantara serta hamparan perkebunan warga. Meski hanya berupa jalan setapak yang bisa dilalui, tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Air Terjun Dengan Panorama Bumi Hijau di Aceh

Air di air terjun Tansaran Bidin ini memang sangat dingin, segar. Bebatuan kali yang dapat ditemui disekitar air terjun juga menjadi pelengkap dari keindahan yang alami sehingga menambah keindahan dari air terjun Tansaran Bidin.

Disini anda dapat berenang, bermain air, mandi, berfoto – foto dan yang pasti menikmati kesegaran air yang ada disini. Untuk anda yang butuh refreshing serta mencari ketenangan, anda dapat berwisata kemari karena juga belum banyak orang yang tahu keberadaan tempat wisata yang satu ini.

Keindahan air terjun ini memang memukau sehingga tidak jarang wisatawan juga menjadikan lokasi ini menjadi spot foro pre wedding. Namun, tetaplah berhati – hati akrena sudah ada korban meninggal di objek wisata yang satu ini. Dan pastinya anda semua ingin menjalankan liburan anda sesuai dengan rencana bukan?

Baca juga : Wisata Air Terjun Mengesankan di Tana Toraja