Destinasi Wisata Seluruh Dunia

Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dimiliki China

Salah Satu Keajaiban Dunia yang Dimiliki China – Destinasi wisata yang kali ini masih dari China. Kalian pasti juga sudah tidak asing dengan wisata yang satu ini karena wisata yang satu ini juga merupakan salah satu tempat yang diakui sebagai salah satu keajaiban dunia.

Tembok China / Tembok Besar China atau yang sering disebut The Great wall merupakan objek wisata nomer satu di Tiongkok. Yang pastinya jika kalian ke China tidak lengkap jika tidak berkunjung ke tempat yang satu ini.

Tembok China merupakan bangunan yang terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia dan konon merupakan satu – satunya objek buatan manusia yang dapat dilihat dari bulan mekipun pernyataan ini dibantah oleh NASA. Istimewanya tembok besar ini sudah dibangun dari ratusan tahun yang lalu.

Setibanya kalian di lokasi sebelum masuk kalian akan ditawarkan sejenis surat sertifikat sebagai tanda jika kalian memang pernah ke tempat wisata yang luar biasa ini. Dan untuk mengambil sertifikat tadi kalian dapat mengambilnya setelah keluar dari tempat ini dengan membayar 60.000 rupiah saja. Bentuk dari sertifikat ini cukup unik karena terbuat dari lempengan bambu yang diikat dengan benang mirip dengan surat – surat yang dibuat di zaman dinasti china di masa lampau. Dan tak terlewatkan biaya masuk ke wisata yang indah ini hanya 80.000 rupiah saja jika dihitung dalam rupiah.

Dulunya tembok China ini dibuat dengan keperluan untuk perlindungan dari invasi. Dan The Great Wall ini juga memiliki panjang 8.800 km. Sayangnya sedikit dari bagian tembok China ini sudah rusah sebagian atau runtuh, tetapi secara keseluruhan bangunan ini masih sangat menakjubkan. Dan tetap memiliki lingkungan yang bersih karena sepertinya pemerintah China sangat menjaga kebersihan objek wisata yang satu ini.

Fakta Menarik Di Balik Tembok China

Untuk meredam gempuran terutamanya dari Bangsa Mongol di Utara Tiongkok. Kaisar Shi Huang Ti dari Dinasti Qin yang sukses mempersatukan daerah Tiongkok Selatan sesudah peperangan panjang antar negara di daerah Selatan pada era ke 8-7 SM. Awalannya, tembok besar ini cuma untuk menara pengawas, pari, serta barak tentara. Tapi Kaisar Shi Huang Ti selanjutnya menjadikan satu tiap menara pengawas itu dengan sambungan tembok yang pada akhirnya melintang panjang. Keinginannya dengan membuat tembok besar serta panjang ini dinasti di Tiongkok Selatan dapat meredam gempuran Bangsa Mongol di Utara.

Dibuat Nyaris 2.500 Tahun

Ternyata project berambisi untuk pertahanan buat dinasti yang memerintah di Tiongkok tidak usai pada saat satu dinasti saja, yakni Qin, dinasti pencetus pembangunan. Belasan dinasti, negara, serta kerajaan setelah itu meneruskan dikit demi sedikit project ini. Serta pada akhirnya selesai membuat perlindungan ibu kota Dinasti Ming, yaitu Beijing yang memerintah di era ke 14-17. Sampai dituntaskan dengan cara keseluruhan oleh Dinasti Qing pada 1800an. Hingga bila dihitung dari era ke 7 SM sampai awal era 19 M dapat disebutkan perlu waktu 2.500 tahun lebih buat tuntaskan pembangunan Tembok Besar China.

Dibuat oleh Budak serta Pekerja Paksa

Bila memikirkan jika tembok ini dibuat oleh pekerja yang berdedikasi membuat perlindungan negara dari gempuran lawan. Tetapi, ternyata project berambisi yang pasti menelan dana besar ini menggunakan pekerja yang diambil, militer, budak, petani, kriminil, tawanan perang lewat skema kerja paksa.

Baca Juga : Patung Buddha Raksasa Yang Indah di Negri Tirai Bambu

Patung Buddha Raksasa Yang Indah di Negri Tirai Bambu

Patung Buddha Raksasa Yang Indah di Negri Tirai Bambu – Kali ini yang akan saya bahas adalah destinasi wisata yang dapat kalian kunjungi saat kalian berkunjung ke Negri Tirai Bambu. Nama dari destinasi wisata yang satu ini adalah Leshan Giant Buddha.

Leshan Giant Budha sendiri adalah patung Buddha duduk dengan ukuran yang sangat – sangat besar. Dan letak dari patung ini sendiri terdapat diantara dua tebing batu yang tinggi. Patung Buddha di Selatan Sichuan, China ini dibuat melalui pahatan disebuah tebing dekat kota Leshan. Sungai Min, Sungai Qingyi, dan Sungai Dadu merupakan 3 sungai yang saling bertemu dan menghiasi Leshan Giant Buddha ini.

Menengok dari situs Travel China Guide, Senin (14/5/2012), Leshan Giant Buddha merupakan patung Maitreya atau seorang Bodhisattva yang direpresntasikan sebagai seorang biarawan yang gemuk dengan senyum lebar di wajahnya. Patung yang menghadap ke arah Gunung Emei ini juga sudah masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO

Patung yang tersembunyi diantara tebih batu ini mulai dibangun pada tahun 713 M oleh dinasti Tang. Patung ini digarap oleh ribuan pekerja dengan waktu lebih dari 90 tahun. Tetapi akhirnya patung ini tetap berdiri gagah hingga saat ini.

Patung ini memiliki lebar sekitar 28 meter dengan tinggi 71 meter(233 kaki). Uniknya, ukuran kuku jari pada patung ini dapat digunakan sebagai tempat duduk. Kalian yang berwisata kemati pasti akan kagum dengan keeksotisan yang dimiliki patung ini.

Patung Buddha Raksasa Yang Indah di Negri Tirai

Selain keunikan dan keeksotisan patung ini disana kalian dapat menikmati suasana alam yang masih asri. Nuansa hijau yang berpadu dengan warna tebing yang kecoklat – coklatan menambah keindahan dari patung ini. Menghabiskan waktu anda liburan di China kalian dapat mampir ke destinasi wisata yang satu ini dan kalian juga jangan lupa untuk mengabadikan momen yang menakjubkan disana.

Kuil Menggantung Hengshan, Propinsi Shanxi

Kuil Menggantung Hengshan, Propinsi Shanxi

Dengan warna merah pucat, hijau giok, serta kuning sirna, Kuil Menggantung Hengshan nampak naik disamping tebing. Dari dekat, kamu tentu akan kagum pada detil serta susunannya yang susah. Kuil yang dibuat era ke 5 ini adalah pas untuk ajaran Taoisme, Buddha, serta Konfusianisme.

Baca Juga : Tempat Wisata Dengan Budaya Indonesia yang Kental

Tempat Wisata Dengan Budaya Indonesia yang Kental

Tempat Wisata Dengan Budaya Indonesia yang Kental – Tana Toraja memiliki keindahan alam yang luar biasa mulai dari deretan pegunungan dan hijau perbukitannya. Selain kaya akan alamnya, tempat wisata d Indonesia ini juga kaya akan budaya leluhur yang masih dijaga sampai saat ini. Di sini, ada banyak tradisi kuno yang masih dipertahankan, salah satunya adalah Rambu Solo’.

Rambu Solo merupakan upacara pemakaman di Tana Toraja. Apa menariknya upacara pemakaman? Mungkin bagi anda semua agak aneh, tetapi upacara pemakaman adat Tana Toraja ini tak bisa Anda lewatkan begitu saja. Rambu Solo merupakan satu-satunya upacara pemakan termahal di Indonesia dan mungkin juga di dunia. Upacara ini dilakukan selama berhari-hari dengan biaya yang tak sedikit. Salah satu ritual yang dilakukan adalah sembelih kerbau. Kerbau ini tak cukup hanya satu. Semakin tinggi kasta orang yang meninggal, maka semakin banyak kerbau yang dikorbankan.

Orang-orang Tana Toraja percaya bahwa selama belum dimakamkan, orang yang meninggal adalah orang yang sedang sakit. Tubuhnya sengaja disuntik formalin agar tak membusuk selama menunggu keluarga bisa menyelenggarakan Rambu Solo’. Orang yang meninggal dianggap hanya sedang dalam kondisi sakit saja. Keluarga tetap memperlakukannya seperti orang yang masih hidup, mengajaknya mengobrol dan bercanda. Jika telah dilakukan Rambu Solo’, barulah keluarga percaya orang tersebut sudah meninggal.

Jika Rambu Solo’ kurang menantang bagi Anda, cobalah mengunjungi Londa atau makan gantung ala Tana Toraja. Di sini, Anda bisa menemukan banyak peti mati yang digantungkan dalam gua di tebing curam.  Tentu Toraja ini dapat kalian jadikan tempat untuk destinasi wisata kalian bersama teman – teman maupun keluarga. Karena di Tana Toraja ini kalian dapt berwisata sekaligus menambah wawasan edukasi kalian karena Tana Toraja ini masih memeluk erat buda Indonesia yang dapat kalian pelajari.

Sejarah Suku Toraja

Nama Toraja datang dari bahasa Bugis, yakni “to riaja” yang memiliki makna orang yang diam di negeri atas. Di saat Indonesia dikendalikan oleh Belanda yakni pada tahun 1909, Kolonial Belanda menyebutkan suku ini Suku Toraja. Suku ini populer dengan ritual pemakamannya, disamping itu suku ini populer dengan ukiran kayunya serta rumah adatnya yakni tongkonan.

Sebelum era ke 20, suku ini benar-benar belum tersentuh oleh dunia luar serta masih berpedoman kepercayaan animisme. Waktu itu suku ini masih tinggal di desa-desa otonom. Kehadiran Belanda diawalnya tahun 1900an mempunyai arah untuk menebarkan agama Kristen.

Seiring waktu berjalan suku ini makin terbuka pada dunia luar yakni di tahun 1970an. Kemudian Tana Toraja jadi simbol pariwisata Indonesia. Semenjak tahun 1990an warga Toraja alami transformasi budaya. Warga Toraja yang semula berpedoman kepercayaan animisme saat ini telah bertukar jadi warga berlagakma Kristen.

Baca Juga : Wisata Pulau Komodo yang Menakjubkan Di Tambah Pantai Pinknya

Wisata Pulau Komodo yang Menakjubkan Di Tambah Pantai Pinknya

Wisata Pulau Komodo yang Menakjubkan Di Tambah Pantai Pinknya – Pulau Komodo masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo bersama pulau-pulau lain di sekitar Kepulauan Nusa Tenggara. Pada tahun 1986, UNESCO menetapkan tempat wisata di Indonesia ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Pulau ini dianggap sebagai habitat binatang komodo yang wajib dilindungi. Salah satu penghargaan tertinggi yang berhasil diraih adalah berhasil masuk dalam jajaran tujuh kejaiban alam di dunia atau yang lebih dikenal dengan New Seven Wonders of Nature pada tahun 2011.

Tempat wisata ini menawarkan keindahan daratan dan alam bawah laut yang luar biasa. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di sini, mulai dari trekking, menyelam sampai snorkerling.

Untuk trekking, Anda bisa menjelajah pulau bersama rombongan dan seorang ranger atau pemandu. Dalam perjalanan, Anda bisa menemukan komodo yang sedang berburu mangsa atau beristirahat. Ranger akan membekali Anda dengan sebuah tongkat yang ujungnya bercabang. Tongkat ini dipercaya dapat melemahkan komodo saat binatang ini mulai menyerang. Dengan menekan leher komodo menggunakan ujung tongkat yang bercabang, binatang ini seketika akan jinak. Penting bagi Anda untuk menjaga setiap gerakan saat berjalan karena binatang ini sangat peka terhadap gerakan yang tiba-tiba.

Menyelam dan snorkeling di perairan Pulau Komodo tak kalah seru. Wisata ini juga dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya dan menjadi salah satu lokasi menyelam favorit. Yang menarik lagi adalah adanya Pink Beach atau Pantai Merah Muda. Pantai ini adalah salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna kemerahan. Warna ini diduga berasal dari serpihan koral yang hancur dan bercampur bersama pasir pantai. Saat terkena ombak, warna merah semakin terlihat jelas karena basah.

Pulau Kelor

Di pulau ini kamu dapat nikmati indahnya bawah laut. Agar bisa beraktivitas snorkeling tentu saja jadi ketetapan yang pas. Memang Taman Nasional Komodo populer dengan bermacam macam sumber daya lautnya.

Dari mulai ikan-ikan yang langka dan dengan biota-biota laut yang lain. Yang tentu saja meningkatkan pesona indah alam bawah lautnya. Sebab terletak yang cukup dekat dari Labuan Bajo. Hanya karena memakan waktu seputar 1 jam saja.

Satu kata yang pas untuk memvisualisasikan Pulau Kelor tersebut adalah eksotis. Serta memang ke-eksotisan dari pulau ini tidak kalah dengan pulau yang lain di Taman Nasional Komodo.

Baca Juga : Kebun Bunga di Jepang yang Akan Memanjakan Mata Kalian Semua

Kebun Bunga di Jepang yang Akan Memanjakan Mata Kalian Semua

Kebun Bunga di Jepang yang Akan Memanjakan Mata Kalian Semua – Furano adalah letaknya berda di jantung Hokkaido, Jepang dan merupakan daerah pegunungan. Furano sangat menarik di mata wisatawan karena dikenal sebagai daerah pedesaan yang indah dan menakjubkan dengan hamparan luas kebung dengan bunga yang beraneka warna.

Saat musim panas disana kalian dapat menyaksikan bunga lavender dan Taman Lavender merupakan favorit dari Hokkaido saat musim panas. Terlebih karena Pulau Hokkaido memiliki iklim yang ideal untuk bunga selama musim panas. Nah, untuk kamu penggemar bunga, musim panas ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi taman lavender di Tomita Farm, Furano.

Dari sekian banyak perkebunan bunga yang ada di Furano, Tomita Farm merupakan salah satu yang terbesar. Perkebunan itu didirikan oleh Tokuma Tomita pada tahun 1958, setelah mulai menggarap tanah dan menanam bibit lavender sejak 1903.

Lavender di Tomita di olah menjadi aneka macam produk, karena bunga lavender ini memiliki banyak manfaatnya. Aroma bunga lavender yang sangat menyenangkan ini juga sangat baik untuk kesehatan dan relaksasi. Bisa juga dijadikan sebagai bumbu masak untuk mengatasi gangguan pencernaan.

Tapi untuk para wanita, produk olahan bunga Lavender yang paling diminati adalah farfumnya. Di tahun 1990 lalu, untuk pertama kalinya Tomita mengeluarkan produk minyak wangi bermerek “Furano” dengan aroma lavender. Ada juga sabun lavender yang merupakan salah satu best seller di kebun Tomita.

Dan janagn sampai terlewatkan yang satu ini, yaitu membeli ice cream khas Hokkaido yang memiliki rasa LAvender. Meskipun tidak semanis ice cream biasanya namun ini lah keunikan dari taman Hokkaido ini.

Di kebun ini kamu tidak hanya melihat bunga lavender, tetapi juga berbagai jenis bunga lain. Disana terdapat ladang Hanabito yang memuat bunga poppies, marigolds, ladang Sakiwai yang memuat empat jenis lavender yaitu, Okamurasaki, Yotei, Hanamoiwa, dan Ungu Gelap Noushihayazaki. Selain itu, ada ladang musim gugur, musim semi, tradisional lavender, dan ladang irodori yang berisikan aneka bunga warna warni.

Baca Juga : Patung Ikon Baru Indonesia, Tingginya Kalahkan Liberty